Mukjizat.
Mukjizat adalah kekuatan atau keistimewaan nabi / rasul untuk melemahkan lawan.
Mukjizat para nabi berasal dari Allah yang Maha Suci dan Agung memang benar.
Namun selama ini apa yang diajarkan para ustadz terkesan bahwa para nabi tiba-tiba saja diberi ‘kesaktian’ yang disebut ‘mukjizat’ karena Tuhan menginginkan seperti itu.
Padahal beberapa yang tersurat, apalagi yang tersirat, para nabi melakukan tirakat atau laku terlebih dulu sebelum mendapatkan kesaktian yang disebut mukjizat.
Apa bedanya antara kesaktian dan mukjizat?
Sebelum kita tahu kekuatan yang namanya kesaktian, tentu sulit untuk membayangkan kesaktian yang bernama mukjizat.
Bagi anda penggemar komik atau bacaan silat seperti SH Mintarja dengan Naga Sasra Sabuk Inten, Api di Bukit Menoreh dan lain-lain atau Kho Ping Hoo dengan Pendekar Pulau Es, Sepasang Rajawali dan judul-judul yang lain, akan lebih mudah memahami yang namanya kesaktian.
Ceritanya begini: untuk menjadi seorang pendekar (yang terkadang memang pendek dan kekar) seseorang perlu berlatih silat bertahun-tahun. Mulai kuda-kuda, gerakan dasar dan seterusnya. Setelah mahir dan ahli, barulah sang guru menurunkan ilmu yang bersifat non fisik, tetapi mempunyai kekuatan berkali lipat dibandingkan kekuatan fisik sebelumnya. Inilah yang disebut kesaktian.
Kesaktian jenisnya sangat banyak. Mayoritas kesaktian diperkuat lagi dengan kekuatan yang namanya tenaga dalam.
Berbagai perguruan silat mempunyai jenis kesaktian yang berbeda, dan kekuatan yang berbeda pula. Kesaktiannya tergantung seberapa ‘tua’ perguruan itu.
Guru dan ‘perguruan tua’ mempunyai teknik yang cepat dan hebat dalam menurunkan ilmunya kepada para murid. Biasanya murid muda dari ‘perguruan tua’ mampu mengalahkan murid senior, bahkan guru dari perguruan ‘muda’.
Para pendekar yang mempunyai nama harum dan melanglang buana, mayoritas berasal dari ‘perguruan-perguruan tua’ dengan berbekal kesaktian-kesaktian yang tak terkalahkan.
Nah, bagi anda yang sudah membaca buku-buku silat tersebut dan memahaminya, tentu tahu yang namanya kesaktian dari Kiai Gringsing, Agung Sedayu, Sin Liong bahkan Bu Pun Su.
Kalau anda sudah meraba seberapa kesaktian pendekar yang paling sakti menurut anda, saya ajak membayangkan yang namanya Mukjizat.
Mukjizat kelihatannya sama dengan kesaktian, tetapi kekuatannya mungkin ratusan kali lipat, atau bahkan ribuan kalinya. Yang jelas, tidak terukur!!
Mau bukti?
Raja Fir’aun yang mempunyai kekuasaan sangat besar, bahkan mengangkat dirinya sebagai Tuhan. Tentu sudah berkuasa puluhan atau ratusan tahun dengan daerah kekuasaan yang sangat luas.
Menjadi ahli sihir merupakan kebanggaan saat itu, dan juga menjadi prajurit andalan raja.
Pada hari besar yang sudah ditentukan, akan terjadi adu kekuatan sihir andalan raja Fir’aun dan ‘sihir’nya Musa.
Bahkan dedengkot sihir diseluruh pelosok negeri datang berbondong-bondong ke arena pertempuran. Mereka sudah mempersiapkan diri untuk menang, dan menjadi orang dekat Tuhan mereka bila dapat mengalahkan Musa.
Saat para ahli sihir menunjukkan kesaktiannya, kekuatan sihir seluruh pelosok negeri bersatu menggetarkan gedung, dengan serta merta, hati semua penonton bergidik ngeri. Ada penonton yang terkencing-kencing, pingsan, bahkan yang sakit jantung mati ketakutan .
Bahkan Musa yang telah mendapat jaminan Tuhan, bahwa dia yang akan menang, pun bergetar ketakutan.
Dapatkah kita membayangkan kekuatan sihir saat mereka jaya dan menjadi raja di sebuah negeri? Bahkan menjadi andalan raja dan Tuhan mereka?
Kalau sudah dapat membayangkan, marilah kita bayangkan kekuatan mukjizat.
Berapa kali lipatkah kesaktian Musa, sehingga para dedengkot sihir dari seluruh ‘perguruan tua’ tiba-tiba tersungkur bersujud mengaku beriman, ketika Musa menghentakkan tongkatnya?
Seberapa besarkah hentakan tongkat Musa, sehingga para dedengkot sihir dari seluruh perguruan ‘tua’ mengabaikan ancaman Tuhan mereka sebelumnya, yang mengancam -dan pasti dilaksanakan- akan memotong silang tangan dan kaki mereka yang menentang, lalu menyalib mereka di atas pohon sampai mati?
Seberapa menyilaukan, sinar yang keluar dari tangan Musa, yang bisa mengubah ratusan orang paling sakti dan kafir, menjadi ketakutan dan bersujud, mengabaikan ancaman Tuhan mereka yang sangat kejam dan menghidupi mereka sebelumnya?
Itulah kesaktian yang ratusan kali lipat kekuatannya dibandingkan dengan kesaktian yang paling hebat. Itulah Mukjizat.
Mau bukti lain?
Seberapakah kesaktian dan kekuatan Musa yang dapat menahan air laut menjadi dua buah tebing yang menjulang tinggi, menunggu pengikutnya menyeberangi lautan?
Konon, kekuatan itu mirip kekuatan meteor seberat ribuan ton, yang melintas dekat di atas lautan.
Pertanyaannya, berapa lama meteor yang melintas dapat menahan air yang menyibak? 10 menit? Dan berapa lama Musa menahan air yang menyibak seperti tebing? Mungkin 1-2 jam karena menunggu pengikutnya menyeberang lautan! Ini riil, dan bukan trik kamera tentunya.
Perguruan ‘tua’ mana yang mampu menyibak air seperti kekuatan meteor selama berjam-jam? Inilah kesaktian Musa dan kekuatan yang tiada terukur. Inilah mukjizat itu!
Sebagai pembuka, kami hanya mengingatkan. Bahwa kalau ada nabi yang mendapat mukjizat dari Tuhan, itu bukan semata-mata nabi adalah orang yang lemah, yang karena Tuhan menghendaki, lalu tiba-tiba saja menjadi mempunyai kekuatan yang menggetarkan jiwa (jawa: nggegirisi).
Kalau anda belum sependapat, kami mohon maaf, karena pada penulisan kisah nabi dan rasul berikutnya, kadang akan kami tuliskan seperti itu agar lebih menghargai kekuatan mukjizat dari Tuhan. Selamat menikmati.