Sholatnya Umat Islam, Sholatnya Para Malaikat.
Sholat adalah prosesi menghadap Allah secara langsung, tanpa perantara. Umat Islam bersembahyang tidak melalui Nabi Muhammad, tetapi langsung menghadap kepada Tuhan semesta alam.
Bisa dikatakan tiap agama mempunyai cara bersembahyang. Khusus umat Islam, cara ini disebut sholat.
Mengapa sholatnya orang Islam banyak gerakan?
Mengapa sholatnya orang Islam banyak gerakan? berbeda dengan sembahyangnya agama lain yang hanya satu posisi? Karena gerakan sholat umat Islam adalah gabungan gerakan dari sholatnya para malaikat.
Ceritanya begini; ketika Nabi Muhammad akan menerima wahyu sholat, beliau dipanggil Allah langsung.
Kalau wahyu ayat-ayat Al-Qur’an disampaikan melalui malaikat Jibril, maka untuk wahyu sholat, Nabi Muhammad diantar oleh Malaikat Jibril langsung menghadap Allah.
Dengan menunggang hewan ‘Buroq’ sejenis kuda berkecepatan kilat, nabi menempuh perjalanan dari Mekah ke Masjidil Aqsho. Di Masjidil Aqsho ini Nabi Muhammad menjadi imam sholat (dg cara lama). Makmumnya adalah seluruh nabi dan rasul yang hadir khusus untuk acara ini.
Setelah itu dengan menunggang Buroq yang dipegangi malaikat Jibril, Nabi Muhammad naik menuju ‘Sidratul muntaha’ melewati tujuh langit.
Sebelum saya lanjutkan, kita perlu mengingat karakter Nabi Muhammad yang memang luar biasa. Salah satunya adalah cara menghargai orang lain.
Contohnya ketika suatu saat ka’bah direnovasi, tejadi perbedaan pendapat: “siapakah yang akan mengembalikan ‘hajar aswad’ (batu hitam yang dipasang Nabi Ibrahim di dinding ka’bah) ke tempat semula?” termasuk ada empat kepala suku yang sangat berpengaruh dan ingin saling berjasa memasangnya.
Akhirnya malam itu disepakati: “Yang bangunnya paling pagi yang berhak memasangnya”. Ketika mereka bangun, mereka melihat Nabi Muhammad sedang sholat. Jadi, nabi yang berhak memasangnya kembali.
Nabi menyelamatkan muka dan memberikan penghargaan.
Apa yang dilakukan nabi? Beliau melepas sorban (ikat kepala)nya, meletakkan hajar aswad di atas nya. Selanjutnya mempersilakan ke empat kepala suku tadi memegang sudut sorban dan mengangkatnya mendekat ke ka’bah.
Nabi kemudian mengambil hajar aswad dan memasangnya ke tempat semula di ka’bah.
Dapat kita bayangkan, betapa mereka berterimakasih. Selain nabi menyelamatkan kehormatan mereka, menghidarkan dari perpecahan, bahkan menjadikan mereka semua bangga dan terhormat.
(pada kisah berikutnya bahkan orang mati, semut dan kucing pun beliau hargai).
Saat Nabi Muhammad dengan didampingi Jibril melewati langit pertama, langit ke dua dan seterusnya, selain menyapa dan berucap salam kepada para malaikat penjaga, nabi melihat dan mendengar bagimana cara para malaikat Allah memuji, berdzikir, dan me-mahasucikan Allah.
Mengapa Allah dan para malaikat bersholawat kepada nabi?
Ketika sampai di langit ke tujuh, langit tertinggi, Malaikat Jibril mempersilakan nabi naik lagi ke Sidratul Muntaha. Jibril hanya berhak sampai di langit ke tujuh, dan tidak berhak naik lagi ke Sidratul Muntaha.
Meskipun nabi mengajak, Jibril tetap menolak. Kemudian datang segumpal awan yang mengangkat nabi ke Sidrotul Muntaha menghadap Allah untuk menerima wahyu sholat.
Dengan karakter yang memang luar biasa, maka tidak mengherankan kalau akhirnya keseluruhan gerakan sholat adalah juga merupakan rangkaian gerakan sholat para malaikat. Sebagaimana nabi menghormati para kepala suku pada peristiwa pemasangan hajar aswad di atas.
Kini anda lebih bisa mengerti kan? mengapa seluruh malaikat Allah, di langit dan di bumi senantiasa bersholawat dan kirim salam kepada nabi? Bahkan Allah sendiri memberikan penghormatan itu! (Innallaaha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alannabiy. Yaa ayyyuhalladziina aamanu sholluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa / Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah dan kirim salamlah engkau kepadanya dengan serius).
Tidakkah para malaikat berterima kasih dan bangga kepada Nabi Muhammad, ketika cara mereka dan ucapan mereka diabadikan oleh Muhammad? Ketika seluruh umat Islam sepanjang masa melakukan sholat dengan cara yang mereka lakukan juga?
Adakah cara yang lebih baik untuk menghadap Tuhan, selain cara umat Islam melakuan sholat? Ketika kita sholat, sesungguhnya kita sedang sholat bersama para malaikat di seluruh langit dengan ucapan dan gerakan yang sama.
Kami rindu padamu ya nabi..’alaikassalaam.