Kisah Nabi Ibrahim 3

Kisah Nabi Ibrahim 3. Menghidupkan dari Kematian.
Salam kami untukmu wahai Nabi Ibrahim.

Mukjizat menghidupkan dari kematian ini dalam Al-Qur’an diceritakan, diberikan kepada tiga nabi istimewa:

  1. Diberikan kepada Nabi Ibrahim.
  2. Diberikan kepada Nabi Musa.
  3. Diberikan kepada Nabi Isa.

Pada suatu saat, Nabi Ibrahim penasaran juga dengan menghidupkan setelah kematian. Maka Nabi Ibrahim bertanya pada Allah:
“Kaifa tuhyil mautaa?(bagaimana cara Paduka menghidupkan makhluk dari kematian)” Tanya Ibrahim.
“Qoola awalam tu’min (apakah kamu tidak percaya?)” Allah bertanya balik.
“Qoola Balaa, walaakin liyathmainna qolbii (tentu aku percaya, tapi supaya hatiku tentram)” jawab Ibrahim.

Untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, kita harus belajar. Untuk mendapatkan kesaktian, kita harus lebih bersusah payah.
Untuk mendapatkan mukjizat istimewa di atas, selain perjuangan, mungkin hanya kesucian jiwa sekelas nabi saja, yang akan mampu menerimanya.

Tidak diceritakan proses mendapatkan mukjizat ini, tetapi pastilah Nabi Ibrahim melalui suatu ‘proses’ dan akhirnya diajari caranya. Agar Ibrahim bisa membuktikan bahwa bagi Allah, menghidupkan makhluk dari kematian adalah mudah. Dan hari pembalasan memang pasti ada.

Setelah Ibrahim menguasainya dengan laku atau proses tertentu, tibalah saat pembuktian.

“Fa khudz arba’atan minath thoiri, fa shur hunna ‘alaa kulli jabalin min hunna juz’aa (….., maka ambillah seperempat bagian dari burung yang telah mati tadi. kemudian tebarkanlah masing-masing bagian itu pada sebuah gunung ” kata Allah memberi petunjuk.

Setelah memotong menjadi empat bagian, Ibrahim kemudian membawa seperempat bagian tadi pada sebuah gunung dan menyebarnya.

Demikian pula bagian yang lain, sehingga keseluruhan tersebar di empat gunung yang saling berjauhan.

Di Indonesia, silakan anda bayangkan sendiri. Satu bagian anda letakkan di gunung apa, dan yang lain anda sebarkan di gunung lain yang anda ketahui yang paling dekat.

Setelah selesai menyebar bangkai tadi (karena pasti sudah beberapa hari) Ibrahim kembali ke tempat semula.

“Tsummad ’uhunna, ya’tiinaka sa’yaa(kemudian panggillah bagian-bagian yang telah kau sebar tadi, tentu mereka akan berlaian menghampirimu)”. Adalah petunjuk Allah berikutnya.

Demikianlah Ibrahim membuktikan, dengan petunjuk Allah, bahwa Ibrahim pun dapat memanggil bangkai yang telah hancur terurai, dan tersebar di tempat yang saling berjauhan.

Kesimpulan:
- Dalam Islam, menghidupkan orang mati adalah wajar saja kalau diijinkan Allah, seperti pada nabi Ibrahim. (Dan akan saya ceritakan, bagaimana Nabi Musa dan nabi Isa melakukan hal yang sejenis).

Comments are closed.